Karakter dan Disiplin Siswa Jadi Sorotan, Kepala SMAN 2 Kampar Tegaskan Sekolah Tak Hanya Kejar Nilai

Karakter dan Disiplin Siswa Jadi Sorotan, Kepala SMAN 2 Kampar Tegaskan Sekolah Tak Hanya Kejar Nilai

 

KAMPAR — Di tengah derasnya pengaruh media sosial, perubahan gaya hidup remaja, hingga tantangan kenakalan pelajar yang mulai menjadi perhatian publik, dunia pendidikan kini tidak lagi hanya berbicara soal angka dan prestasi akademik. Pembentukan karakter serta disiplin siswa dinilai menjadi pekerjaan besar yang harus dihadapi sekolah saat ini.

Kepala SMA Negeri 2 Kampar, Syaiful Afrizon, menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara etika, disiplin, dan kepribadian.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu. Arus informasi yang begitu cepat melalui media sosial membuat siswa rentan terpengaruh budaya instan, menurunnya etika komunikasi, hingga lemahnya kedisiplinan belajar apabila tidak dibimbing secara serius.

> “Sekolah hari ini tidak cukup hanya mengejar nilai tinggi. Pendidikan karakter, kedisiplinan, sopan santun, dan tanggung jawab siswa harus menjadi prioritas utama,” ujar Syaiful Afrizon saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (12/5/2026).

Ia mengatakan, pihak sekolah terus memperkuat budaya disiplin melalui pembinaan rutin, pengawasan lingkungan sekolah, kegiatan keagamaan, hingga pendekatan persuasif antara guru dan siswa.

Selain itu, SMAN 2 Kampar juga mendorong siswa aktif dalam kegiatan positif seperti organisasi sekolah, olahraga, literasi, dan kegiatan sosial agar energi generasi muda tersalurkan ke arah yang produktif.

Syaiful menilai, tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini adalah menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pembentukan moral generasi muda. Karena itu, peran orang tua dan lingkungan juga dinilai sangat menentukan keberhasilan pendidikan karakter di sekolah.

> “Pendidikan bukan hanya tugas guru. Orang tua dan masyarakat juga harus ikut menjaga pembentukan karakter anak-anak kita,” tegasnya.

Pengamat pendidikan di Riau menilai, langkah sekolah yang mulai kembali fokus pada pendidikan karakter merupakan kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap perilaku remaja dan budaya digital yang semakin sulit dikontrol.

Dengan pendekatan pembinaan yang humanis namun tegas, SMAN 2 Kampar berharap mampu melahirkan siswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan kepedulian sosial yang kuat.

 

Penulis: Tim Redaksi andalasterkini.com

#Sekolah Kampar