KAMPAR — Perkembangan teknologi yang semakin cepat kini menjadi tantangan besar dunia pendidikan, termasuk bagi sekolah-sekolah di daerah. Transformasi pembelajaran berbasis digital dinilai tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dihadapi seluruh satuan pendidikan.
Kepala SMA Negeri 1 Kampar Kiri Hilir, Darwis B, mengatakan digitalisasi pendidikan saat ini menjadi isu strategis yang harus dipersiapkan secara serius oleh sekolah, guru, siswa, maupun pemerintah.
Menurutnya, tantangan pendidikan modern tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi era teknologi dan sistem pembelajaran berbasis digital yang terus berkembang.
> “Sekolah hari ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dunia pendidikan tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama, karena siswa hidup di era digital yang penuh perubahan cepat,” ujar Darwis B, S.Pd, M.Si, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, penerapan digitalisasi pendidikan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama di daerah, mulai dari keterbatasan jaringan internet, fasilitas komputer, hingga kemampuan penggunaan teknologi oleh sebagian tenaga pendidik.
Meski demikian, pihak sekolah terus berupaya meningkatkan kesiapan melalui pemanfaatan media pembelajaran digital, penguatan literasi teknologi bagi siswa, serta mendorong guru untuk lebih adaptif terhadap metode pembelajaran modern.
Darwis menilai, kemampuan teknologi kini menjadi bagian penting dalam membentuk daya saing generasi muda menghadapi dunia kerja maupun pendidikan tinggi di masa depan.
> “Anak-anak kita harus siap menghadapi persaingan global. Karena itu sekolah harus mulai membangun budaya belajar yang kreatif, inovatif, dan melek teknologi,” katanya.
Selain fokus pada teknologi, SMAN 1 Kampar Kiri Hilir juga tetap menekankan pentingnya pendidikan karakter agar kemajuan digital tidak mengikis nilai moral dan etika siswa.
Menurutnya, keseimbangan antara kecakapan teknologi dan pembentukan karakter menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi muda yang unggul.
Pengamat pendidikan di Riau menilai, percepatan digitalisasi sekolah di daerah memang membutuhkan dukungan serius dari pemerintah, terutama terkait pemerataan akses internet, fasilitas TIK, serta pelatihan guru secara berkelanjutan.
Dengan berbagai tantangan tersebut, SMAN 1 Kampar Kiri Hilir berharap transformasi pendidikan digital dapat berjalan bertahap namun tetap mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing siswa di era modern.
Penulis: Tim Redaksi andalasterkini.com
#Sekolah Kampar