Mahasiswa Minta Evaluasi Sejumlah Kejari
PEKANBARU – Kalangan mahasiswa menyoroti lambannya penanganan sejumlah perkara di tingkat Kejaksaan Negeri (Kejari) di Provinsi Riau. Mereka mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, I Dewa Gede Wirajana, segera mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi kinerja jajaran.
Aktivis mahasiswa Riau, Ferdy, menilai masih banyak perkara yang terkesan mandek tanpa kejelasan, terutama dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi.
“Jangan sampai ada kesan perkara ‘masuk angin’. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap penegakan hukum,” ujar Ferdy.
Sejumlah Kejari yang disorot di antaranya Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Kejaksaan Negeri Dumai, dan Kejaksaan Negeri Kampar.
Di Kejari Pekanbaru, penanganan dugaan korupsi di salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) hingga kini masih berada pada tahap pengumpulan data (puldata) dan bahan keterangan (pulbaket), tanpa perkembangan signifikan ke tahap penyidikan.
Sementara di Kejari Dumai, sejumlah perkara disebut telah berjalan lama tanpa kejelasan. Di antaranya dugaan korupsi di BUMD PT Pembangunan Dumai, kasus proyek alat kesehatan di RSUD Dumai, hingga sejumlah proyek mangkrak seperti Pasar Lepin, pasar buah, dan Pasar Kelakap yang belum tersentuh proses hukum secara serius.
Di Kejari Kampar, penanganan perkara terkait Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa (PPBDes) tahun 2021 Desa Indra Sakti diduga melibatkan Ahmad Yuzar. Meski beberapa pihak telah diperiksa, publik mempertanyakan belum menyeluruhnya proses pemeriksaan terhadap semua pihak yang diduga terlibat.
Ferdy menegaskan, kondisi ini harus menjadi perhatian serius bagi pimpinan baru di Kejati Riau.
Ia meminta I Dewa Gede Wirajana tidak hanya fokus pada konsolidasi internal, tetapi juga segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepala Kejari.
“Kajati harus berani mengambil tindakan tegas. Jika perlu, beri sanksi kepada jajaran yang tidak profesional dalam menangani perkara,” tegasnya.
Menurutnya, percepatan penanganan kasus dan transparansi kepada publik menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan.
Mahasiswa berharap, kepemimpinan baru di Kejati Riau mampu membawa perubahan nyata dalam penegakan hukum yang lebih profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik-praktik yang mencederai rasa keadilan.
#Riau Bersatu