KAMPAR — Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan moral generasi muda, SMA Negeri 1 Rumbio Jaya justru menghadirkan pendekatan sederhana namun penuh makna. Setiap Jumat pagi, suasana sekolah berubah menjadi lebih religius dan khidmat melalui kegiatan yasinan bersama yang kini menjadi program unggulan sekolah.
Program yang digagas langsung oleh Kepala SMAN 1 Rumbio Jaya, Dra. Hj. Ritawati Tanjung, itu tidak hanya menjadi rutinitas keagamaan biasa, tetapi telah berkembang menjadi ruang pembinaan karakter, etika, dan moral siswa secara nyata.
Sejak pagi hari, para siswa terlihat berkumpul dengan tertib di lingkungan sekolah. Lantunan Surah Yasin menggema, menghadirkan suasana tenang dan penuh kekhusyukan. Guru dan tenaga pendidik turut terlibat aktif mendampingi siswa, menciptakan kedekatan emosional sekaligus memperkuat nilai spiritual di lingkungan pendidikan.
Pengamat pendidikan Kabupaten Kampar menilai langkah tersebut sebagai terobosan cerdas yang layak diapresiasi dan dicontoh sekolah lain di Provinsi Riau.
Menurutnya, pendidikan saat ini tidak cukup hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter generasi muda yang beretika, santun, dan memiliki pondasi moral yang kuat.
“Program seperti ini sangat positif. Di tengah tantangan pergaulan dan pengaruh media sosial yang begitu besar, sekolah harus hadir sebagai benteng pembinaan karakter. SMAN 1 Rumbio Jaya telah menunjukkan bahwa pendidikan moral bisa dibangun melalui budaya sekolah yang konsisten,” ujar salah seorang pengamat pendidikan Kampar.
Ia bahkan menyebut kegiatan yasinan rutin tersebut layak dijadikan role model atau pola pembinaan karakter siswa di sekolah-sekolah lain.
Bagi pihak sekolah, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Jumat pagi. Lebih dari itu, yasinan bersama menjadi media pembentukan disiplin, kebersamaan, kepedulian sosial, hingga pembiasaan akhlak baik dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala sekolah, Dra. Hj. Ritawati Tanjung, menegaskan bahwa pendidikan sejatinya harus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional.
“Kami ingin anak-anak memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai agama. Karena masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga moral dan etika generasinya,” ujarnya.
Program tersebut juga mendapat respons positif dari orang tua siswa. Banyak yang menilai kegiatan keagamaan rutin di sekolah membantu membentuk kebiasaan baik anak-anak di rumah maupun di lingkungan masyarakat.
Dengan konsistensi pelaksanaan setiap pekan, SMAN 1 Rumbio Jaya kini mulai dikenal sebagai salah satu sekolah yang serius membangun pendidikan karakter berbasis nilai religius di Kabupaten Kampar.
Di saat sebagian sekolah masih sibuk mencari formula pembinaan moral siswa, SMAN 1 Rumbio Jaya justru telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Tim Redaksi andalasterkini.com
#sekolah