PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, meminta masyarakat tidak terpancing isu terkait pemeriksaan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menegaskan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proses hukum yang harus dihormati bersama.
SF menyampaikan, dirinya hadir memenuhi panggilan sebagai warga negara yang taat hukum. Ia menilai, langkah kooperatif menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penegakan hukum yang sedang berjalan.
“Tidak perlu ada spekulasi berlebihan. Semua ada mekanismenya. Kita hormati proses hukum yang berjalan,” ujarnya, Senin (16/2).
Menurutnya, masyarakat Riau tidak perlu ikut larut dalam isu-isu yang berkembang di ruang publik, apalagi menjelang bulan suci Ramadan. Ia khawatir polemik yang tidak perlu justru merusak suasana kebersamaan.
“Kita tidak usah terpancing isu. Sekarang ini yang lebih penting adalah menjaga suasana tetap sejuk,” katanya.
SF mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan pikiran yang tenang. Ia menekankan pentingnya memperkuat ibadah serta mempererat silaturahmi.
“Sekarang kita fokus menghadapi bulan puasa. Saling menyejukkan, saling menghargai, dan fokus saja beribadah,” tegasnya.
Terkait persoalan hukum yang menjerat Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, SF menyebut sepenuhnya menjadi kewenangan KPK. Ia meminta masyarakat tidak ikut memperkeruh suasana dengan asumsi atau opini yang belum tentu benar.
“Kalau persoalan adinda Abdul Wahid, biar saja KPK yang urus. Tidak perlu kita pula yang sibuk. Pasti KPK sudah punya caranya,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan agar Abdul Wahid diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian hukum tersebut. Menurutnya, doa lebih baik daripada saling menyalahkan.
“Lebih baik kita doakan adinda kita Abdul Wahid bisa tabah. Mudah-mudahan diberi kemudahan dan jika memang tidak bersalah bisa lepas dari tuduhan korupsi,” ucapnya.
SF menambahkan, saat ini roda pemerintahan Provinsi Riau tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ia memastikan pelayanan publik tidak terganggu oleh dinamika politik dan hukum yang sedang berlangsung.
Ia juga meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tetap fokus bekerja dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan bahan pokok dan aktivitas sosial.
“Pelayanan masyarakat tidak boleh terhenti. Kita pastikan semua program prioritas tetap berjalan,” katanya.
SF menegaskan komitmennya menjaga stabilitas daerah agar iklim investasi, pembangunan, dan ketertiban sosial tetap terjaga. Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Di akhir pernyataannya, SF kembali mengingatkan bahwa penegakan hukum adalah bagian dari proses demokrasi. Ia mengajak masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada aparat penegak hukum dan bersama-sama menjaga persatuan di Bumi Lancang Kuning.***
#Gubernur Riau #Pemprov Riau #Sf Hariyanto