Ultimatum Plt Gubernur Riau: Investor Dilarang Main Dua Kaki, Dana Wajib Masuk BRK Syariah

Ultimatum Plt Gubernur Riau: Investor Dilarang Main Dua Kaki, Dana Wajib Masuk BRK Syariah

PEKANBARU — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengeluarkan pernyataan keras yang berpotensi mengguncang peta investasi di Bumi Lancang Kuning. Seluruh investor yang beroperasi di Riau diwajibkan menyimpan dana dan anggaran investasinya di Bank Riau Kepri (BRK) Syariah. Tidak ada pengecualian.

“Saya sudah pesan, semua investor yang masuk ke Riau wajib menyimpan anggaran dan dananya di BRK Syariah. Itu wajib,” tegas SF Hariyanto, tanpa basa-basi.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai ultimatum politik-ekonomi dari pemerintah daerah kepada para pemilik modal yang selama ini diduga menikmati sumber daya Riau, namun menyimpan perputaran dananya di luar daerah.

Kebijakan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemprov Riau tak lagi mau menjadi penonton, sementara triliunan rupiah dana investasi justru mengalir ke bank nasional dan luar provinsi, meninggalkan bank daerah dalam kondisi terseok.

SF Hariyanto menegaskan, kewajiban tersebut merupakan langkah strategis untuk memaksa perputaran uang tetap berada di Riau, sekaligus menghidupkan BRK Syariah yang selama ini dinilai belum optimal memainkan perannya sebagai lokomotif ekonomi daerah.

“Kalau dananya berputar di bank daerah, BRK Syariah akan hidup, kuat, dan bisa benar-benar membiayai pembangunan serta ekonomi masyarakat Riau,” ujarnya.

Namun, kebijakan ini juga membuka ruang perdebatan. Di satu sisi, langkah tersebut dipandang sebagai bentuk keberpihakan negara daerah terhadap aset milik sendiri. Di sisi lain, muncul pertanyaan soal dasar regulasi dan sejauh mana kewajiban ini akan diikat secara hukum terhadap investor.

Meski demikian, Plt Gubernur menegaskan Pemprov Riau akan konsisten mendorong kepatuhan investor, demi menciptakan iklim investasi yang tidak hanya menguntungkan pemilik modal, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi daerah.

“Pemprov Riau tidak anti-investasi. Tapi investasi harus adil. Jangan ambil keuntungan di Riau, sementara dananya lari ke luar,” tegasnya.

Dengan kebijakan ini, SF Hariyanto seolah mengirim pesan jelas: siapa pun yang ingin berbisnis di Riau, harus ikut membesarkan Riau bukan sekadar mengeruk hasilnya.***

#BRK Syariah #Sf Hariyanto #BUMD Riau