Tokoh Muda Riau Asal Tarai Bangun, Khairul Azwar S.Sos Bertekad Memperjuangkan Desa Tarai Bangun Di Segala Bidang

Tokoh Muda Riau Asal Tarai Bangun, Khairul Azwar S.Sos Bertekad Memperjuangkan Desa Tarai Bangun Di Segala Bidang

ANDALASTERKINI.COM - Desa Tarai Bangun, sebuah desa yang terletak di perbatasan Kabupaten Kampar dengan Kota Pekanbaru. Menurut catatan sejarah, awal mula tahun 1968 datang rombongan merambah hutan belantara atau bahasa ocunya "maompuok imbo" untuk berladang  padi dan bercocok tanam lainnya. Dari daerah 5 (Koto) khususnya dari kenegarian Rumbio yang dikomandoi Dt. H. Muhammad Yatim (Alm), awal mulanya belum bernama Tarai, masih daerah tempat berladang (Kasang) dalam wilayah kenegerian Terantang daerah dayiek kampung Kualu.

Awal mula masuk merambah hutan pada waktu itu, masih banyak harimau yang selalu memangsa (Imau Manggane), bahkan sempat  dua tahun lamanya peladangan tersebut ditinggalkan. Baru pada awal tahun 1971, Dt. M. Yatim dan rombongan kembali ke kasang untuk melanjutkan peladangannya. Semenjak tahun 1971 itulah, anggota/rombongan Dt. M. Yatim mulai betah tinggal di kasang dan terbentuklah sebuah kampung bernama "Tarai". Asal kata Tarai berasal dari Toe Atau Tare Kayu, karena dahulunya banyak terdapat kayu yang keras seperti Daru-Daru, Kempas, Seminai dan lain-lain. Ditempat yang berdekatan, Kampung Rawa Bangun juga kedatangan masyarakat dari Kampar kiri Hulu (Songgan) untuk berladang dengan tujuan yang sama.

Mulanya hanya beberapa keluarga saja yang tinggal di kasang, baik dikampung Tarai maupun kampung Rawa bangun yang pada saat itu dibawah naungan Jorong Kualu.

Seiring berjalannya waktu dan makin padatnya penduduk yang mendiami daerah tersebut, berdasarkan UU Desa No.5 Tahun 1979 tentang Penyeragaman Desa Seluruh Indonesia, maka Kenegerian Terantang dipecah menjadi beberapa desa, yakni desa Terantang , desa Kualu, desa Teluk Kenidai dan lainnya yang pada saat itu dimasukkan kedalam wilayah admisnistrasi kota madya Pekanbaru.

Wilayah Tarai termasuk dalam desa Kualu. Adapun wilayah desa Kualu terdiri dari 5 Dusun sejak tahun 1979 sampai 2002, yang terdiri dari:

1. Dusun 1 Kualu 

2. Dusun 2 Tanjung Kudu

3. Dusun 3 Durian Tandang

4. Dusun 4 Tarai 

5. Dusun 5 Rawa Bangun

Singkat cerita, masuknya pembangunan perumahan oleh para pengembang (Developer) yang terus berdatangan membuat usaha perumahan, mengakibatkan banyaknya warga berdatangan dari berbagai penjuru daerah, bukan hanya dari kabupaten/kota yang ada di provinsi Riau, bahkan seluruh Indonesia. Akibat pesatnya pembangunan tersebut, maka Tarai dan Rawa Bangun sepakat untuk memisahkan diri dari desa Kualu. Berbagai rintangan dan halangan dengan pihak desa Kualu, bahkan hampir 5 tahun lamanya ketidakharmonisan terjadi dengan pemerintah desa Kualu pada waktu itu.

Dengan semangat Reformasi UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, berbagai daerah banyak terjadi pemekaran, baik kabupaten/kota termasuk desa. Pada tahun 2002, penggabungan Dusun Tarai Bangun dan Dusun Rawa Bangun berhasil membentuk sebuah desa yaitu desa "TARAI BANGUN".

Sejak tahun 2002 atau sudah 21 tahun desa Tarai Bagun terbentuk, begitu pesatnya pembangunan di segala bidang. Namun, dibidang Infrastuktur, desa Tarai Bangun masih tertinggal dari desa lain. Padahal, desa Tarai Bangun merupakan wajah atau tampak depannya kabupaten Kampar. Tertinggalnya pembangunan pada desa Tarai Bangun ini, salahsatunya disebabkan tidak adanya wakil rakyat yang berasal dari situ.

Sejauh ini, sejak awal berdiri dan sudah melalui beberapa pemilu, warga Tarai Bangun secara politik masih belum bisa bersatu, terbukti para wakil rakyat di DPRD Kampar khususnya dapil Kampar 4 yang didalamnya termasuk desa Tarai Bangun banyak berasal dari daerah Air Tiris, Rumbio, Danau Bingkuang dan sekitarnya. Sangat disayangkan, karena secara jumlah penduduk, desa Tarai Bangun termasuk penduduk terbesar dan terpadat di Kampar. Hal inilah yang menjadi salahsatu penyebab kurang bergainingnya usaha dalam mendapatkan kue pembangunan.

Pada Pemilu tahun 2024, muncul sosok tokoh Muda yang berasal dari desa Tarai Bangun ikut memperebutkan kursi DPRD Kabupaten Kampar. Khairul Azwar, SSos atau lebih dikenal dengan Arul Kampay, merupakan tokoh Muda Riau yang sudah teruji dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sejak kuliah, beliau dikenal sebagai aktifis yang berani memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tegas dalam bersikap dan santun dengan masyarakat, makanya digelari sosok bernyali.

Melihat belum adanya keterwakilan DPRD Kampar dari tanah kelahirannya, beliau bertekad menciptakan sejarah dan siap menjadi solusi untuk memajukan pembangunan kampung halaman. Harapan beliau cuma satu,  masyarakat Tarai Bangun bersatu dan menjadikan masyarakatnya sebagai wakil rakyat di DPRD Kampar pada pemilu tahun 2024. Bagi Arul Kampay, perjuangan menciptakan hal tersebut tidak bisa oleh dirinya sendiri, namun harus didukung penuh oleh masyarakat. Tidak bisa kita nafikkan, tidak semua masyarakat saling mengenal, namun kedepannya mudah-mudahan kita mulai sadar bahwa adanya wakil rakyat itu sangat penting untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Tarai Bangun khususnya dan Kecamatan Tambang pada umumnya. Semoga tahun 2024 ini, mari kita satukan tekad untuk bersatu, kita bisa mandiri secara politik karena ada wakil kita di DPRD kabupaten Kampar. 

Mari kita Ciptakan Sejarah Baru Untuk Desa Tarai Bangun Yg kita Cintai Ini.

Pilih Yang Bernyali Memperjuangkan Aspirasi Rakyat.

Salam Hormat dari saya Caleg DPRD Kabupaten Kampar,

KHAIRUL AZWAR

NO.URUT 10

Dari Partai Nasdem 

Gerakan Perubahan.

 

(*)

#Jum'at Curhat #Pemilu 2024 #Tokoh Muda Riau Asal Tarai Bangun #Caleg Partai Nasdem #Dapil Kampar 4 #Khairul Azwar #Sosok Bernyali