Andalasterkini.com — Setelah bertahun-tahun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), aparat akhirnya berhasil menangkap sosok yang selama ini dikenal sebagai salah satu pelaku kekerasan paling berbahaya di Papua, Pulan Wonda alias Kamenak. Penangkapan ini menandai babak baru dalam upaya penegakan hukum terhadap jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang telah lama meresahkan masyarakat.
Penangkapan dilakukan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz di wilayah Puncak Jaya, Papua, pada awal April 2026. Dalam proses penangkapan, aparat menyebut tersangka sempat melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri, hingga akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan terukur di bagian kaki.
Pulan Wonda bukan nama baru dalam catatan keamanan nasional. Ia diduga kuat terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan yang terjadi sejak awal dekade 2010-an. Salah satu peristiwa yang paling menyita perhatian publik adalah dugaan keterlibatannya dalam penembakan terhadap rombongan pejabat kepolisian yang saat itu dipimpin oleh mantan Kapolda Papua, Tito Karnavian, pada tahun 2012.
Selain insiden tersebut, aparat keamanan mencatat berbagai aksi lain yang dikaitkan dengan kelompok yang bersangkutan, mulai dari penyerangan terhadap warga sipil, aparat keamanan, hingga pembakaran fasilitas publik. Rangkaian peristiwa ini menempatkan Pulan Wonda sebagai salah satu target prioritas dalam operasi penegakan hukum di wilayah Papua.
Selama lebih dari enam tahun, keberadaan Pulan Wonda menjadi misteri, berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain di kawasan pegunungan Papua. Penangkapannya kini menjadi titik terang dalam upaya panjang aparat untuk mengurai jaringan kekerasan bersenjata di daerah tersebut.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa tersangka akan dijerat dengan sejumlah pasal berat terkait pembunuhan, kepemilikan senjata api ilegal, serta tindakan teror yang mengancam keselamatan publik. Ancaman hukuman maksimal yang dapat dijatuhkan adalah penjara seumur hidup hingga hukuman mati, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Penangkapan ini diharapkan tidak hanya memberikan keadilan bagi para korban, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat stabilitas keamanan di Papua. Aparat menegaskan bahwa operasi terhadap kelompok bersenjata akan terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah dan aparat keamanan memastikan bahwa pendekatan penegakan hukum tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap warga sipil.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan informasi resmi aparat keamanan dan sumber terpercaya yang telah diverifikasi.
Penulis: Redaksi andalasterkini.com
#Papua #KKB #PulanWonda #KeamananNasional #BreakingNews #andalasterkini.com
#Buronan Bertahun-Tahun