ANDALASTERKINI.COM - Jawa Timur menunjukkan dominasinya pada nomor head-to-head Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2026 di Sungai Ayung, Badung, Bali, Sabtu, 26 September 2026. Dari enam kategori R4 yang dipertandingkan, Jawa Timur berhasil merebut tiga gelar juara, masing-masing pada kategori senior putra, U-23 putra, dan U-19 putra.
Persaingan pada nomor head-to-head berlangsung ketat dan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga strategi mengambil boyan serta kemampuan membaca karakter arus Sungai Ayung. Sejumlah tim bahkan harus mengubah strategi ketika tidak mampu mengambil boyan yang berada di jalur awal.
Dalam perlombaan, atlet harus melewati boyan sesuai jalur yang ditentukan. Jika boyan pertama atau kedua sulit diambil, sejumlah tim memilih mengambil boyan berikutnya yang jalurnya lebih terbuka, meski berada lebih jauh dan berdekatan dengan jeram. Pilihan tersebut memiliki konsekuensi karena perahu harus bekerja lebih keras dan tim harus mengerem agar tidak terbawa arus melewati rintangan.
Kondisi tersebut terlihat dalam semifinal R4 U-23 putra ketika Jawa Tengah menghadapi Jawa Timur. Salah satu boyan di area yang lebih terbuka (tidak dekat dengan dinding sungai) namun berada di area yang memiliki pillow, yakni gundukan air yang terbentuk ketika arus deras menabrak batu besar. Situasi itu membuat tim harus memperhitungkan kecepatan arus sekaligus menentukan waktu yang tepat untuk melakukan manuver.
Ketegangan serupa terjadi pada semifinal R4 senior putra antara Jawa Timur dan Bali. Jawa Timur yang lebih dahulu masuk ke boyen pertama mendapat upaya gangguan dari Bali ketika hendak melakukan putaran. Bali kemudian memilih strategi mengambil boyan terakhir, sedangkan Jawa Timur mengambil boyan kedua. Kedua tim pun terus beradu hingga mendekati garis finis.
Dari persaingan tersebut, Jawa Timur akhirnya menjadi juara R4 senior putra dengan catatan waktu 1 menit 55,280 detik. Banten yang mencatat waktu lebih cepat, yakni 1 menit 48,570 detik, harus menerima penalti 60 detik akibat menghalangi laju lawan dan melakukan pelanggaran gate. Banten juga hanya melewati satu dari dua boyen yang wajib diambil dari sisi kanan dan kiri sehingga total waktunya menjadi 2 menit 48,570 detik.
Posisi ketiga ditempati DKI Jakarta dengan waktu 1 menit 35,720 detik, sedangkan Kalimantan Timur berada di posisi keempat dengan catatan 1 menit 59,840 detik.
Jawa Timur kembali mengamankan gelar juara pada R4 U-23 putra. Mereka mencatat waktu 1 menit 32,770 detik, unggul atas Jawa Barat yang membukukan waktu awal 2 menit 04,900 detik. Jawa Barat kemudian mendapat penalti 60 detik akibat menghalangi laju lawan dan melakukan pelanggaran gate sehingga total waktunya menjadi 3 menit 04,900 detik.
Sumatera Selatan merebut posisi ketiga setelah mengalahkan Bali. Sumatera Selatan mencatat waktu 1 menit 48,839 detik, sedangkan Bali finis dengan waktu 1 menit 58,760 detik.
Jawa Timur juga tampil sebagai juara R4 U-19 putra dengan catatan 1 menit 43,510 detik, mengungguli DKI Jakarta yang mencatat 2 menit 04,380 detik. Sumatera Selatan menempati posisi ketiga dengan waktu 1 menit 48,340 detik, sementara Bali A berada di posisi keempat setelah mendapat penalti 50 detik karena tidak melewati boyen secara sempurna. Total waktunya menjadi 2 menit 50,546 detik.
Namun, dominasi Jawa Timur tidak terjadi pada seluruh kategori. Pada R4 senior putri, Jawa Tengah keluar sebagai juara setelah Jawa Barat terkena penalti. Jawa Tengah mencatat waktu 2 menit 32,490 detik, sedangkan Jawa Barat sebenarnya membukukan 2 menit 19,530 detik. Penalti 60 detik karena menghalangi laju lawan dan melakukan pelanggaran gate membuat total waktu Jawa Barat menjadi 3 menit 19,530 detik.
Jawa Timur merebut posisi ketiga dengan waktu 1 menit 57,920 detik, sedangkan DKI Jakarta berada di posisi keempat dengan waktu 2 menit 14,810 detik setelah mendapat penalti karena tidak melewati boyen secara sempurna.
Pada R4 U-23 putri, Jawa Barat menjadi juara dengan waktu 1 menit 54,820 detik, disusul Jawa Timur di posisi kedua dengan 2 menit 54,980 detik. Jawa Barat mampu unggul berkat teknik melakukan putaran badan ketika mengambil poin saat melewati boyen.
Pertarungan final kategori ini juga berlangsung sengit. Saat hendak mengambil boyen pertama, jalur Jawa Timur terhalang oleh Jawa Barat ketika melakukan putaran. Situasi tersebut membuat salah seorang pedayung Jawa Timur terjatuh sehingga timnya kehilangan momentum dan tertinggal dalam perlombaan.
Posisi ketiga dan keempat pada kategori ini ditempati dua tim Bali. Bali B finis di peringkat ketiga dengan waktu 1 menit 53,129 detik, sedangkan Bali A berada di posisi keempat dengan 2 menit 32,742 detik.
Sementara itu, Bali A menjadi juara R4 U-19 putri dengan waktu 1 menit 50,570 detik. Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 1 menit 57,330 detik, disusul Jawa Timur di posisi ketiga dengan 2 menit 07,170 detik. Kalimantan Timur menempati posisi keempat setelah mendapat penalti 50 detik akibat tidak melewati boyen secara sempurna sehingga total waktunya menjadi 3 menit 02,140 detik.
Pelatih Sumatera Selatan, Vinauli, mengatakan persaingan pada kategori U-19 semakin merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, perkembangan tersebut tidak terlepas dari semakin banyaknya daerah yang mulai serius melakukan pembinaan atlet usia muda.
"Dalam dua tahun terakhir, kategori U-19 mulai dimunculkan dan pesertanya sudah hampir merata dari setiap provinsi. Kalau sebelumnya yang memiliki tim U-19 hanya beberapa daerah, seperti Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Alhamdulillah, pada 2026 ini persaingan U-19 sudah semakin merata," kata Vinauli.
Menurut Vinauli, pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan daerah menuju agenda yang lebih besar, termasuk PON.
"Memang dari masing-masing tim dan pemerintah provinsi sudah mulai melakukan pembinaan. Jadi, pembinaan U-19 ini menjadi bagian dari persiapan yang dilakukan di daerah," ujarnya.
Sumatera Selatan sendiri memfokuskan pembinaan pada kategori U-19 dan U-23. Mereka memasang target emas, terutama pada nomor putra.
"Untuk putra U-19, target kami adalah emas di head-to-head dan slalom. Untuk putra U-23, targetnya juga emas di head-to-head dan slalom. Sedangkan untuk putri, target utama kami adalah emas di slalom," tutur Vinauli.
Meski demikian, target tersebut belum sepenuhnya terwujud pada nomor head-to-head. Sumatera Selatan harus puas dengan medali perunggu melalui kategori U-23 putra dan U-19 putra.
Sementara itu, Ketua FAJI Surabaya, Afif Zuchri, menilai performa Jawa Timur menunjukkan peningkatan signifikan setelah melewati dua hari pertandingan, yakni sprint dan head-to-head.
"Alhamdulillah, perkembangannya sangat baik. Setelah dua hari pertandingan, mulai dari nomor sprint pada hari pertama hingga head-to-head, terlihat peningkatan yang cukup besar dari atlet-atlet Jawa Timur. Mudah-mudahan perkembangan ini bisa terus berlanjut hingga pertandingan berikutnya," kata Afif.
Dengan hasil tersebut, Jawa Timur membidik gelar juara umum pada Kejurnas tahun ini. Afif mengatakan peluang tersebut terbuka setelah melihat penampilan para atlet di berbagai kategori.
"Sesuai dengan perkembangan yang kami lihat sejak awal, kami berharap Jawa Timur bisa menjadi juara umum. Baik di kategori open maupun junior, kami berharap bisa meraih hasil maksimal dan mengambil gelar juara," ujarnya.
Persaingan pada nomor slalom yang akan berlangsung berikutnya juga diperkirakan tetap ketat. Afif menyebut Jawa Barat, DKI Jakarta, dan tuan rumah Bali masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan. Namun, ia juga melihat sejumlah provinsi di luar Pulau Jawa mulai menunjukkan perkembangan.
"Persaingannya masih tetap seperti sebelumnya. Jawa Barat, DKI Jakarta, dan tuan rumah Bali masih menjadi pesaing utama. Tetapi beberapa daerah di luar Jawa juga mulai menunjukkan perkembangan yang bagus. Tadi ada yang berhasil masuk dan menunjukkan hasil yang cukup luar biasa. Jadi, persaingannya semakin merata," katanya.
Berikut Tabel lengkap hasil Kejurnas FAJi per 26 September 2026:






(Tim Humas FAJI)
#Kejurnas FAJI 2026