Edi Basri Siap Berjuang Kembalikan Kejayaan Olahraga

Edi Basri Siap Berjuang Kembalikan Kejayaan Olahraga

ANDALASTERKINI.COM - Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau periode 2021-2026 akhirnya benar-benar berakhir. Per 1 Oktober 2026, KONI Pusat secara resmi mengcarateker KONI Riau. Peralihan kepengurusan ini menjadi momentum penting untuk membenahi tata kelola organisasi sekaligus mengembalikan kejayaan prestasi olahraga di Bumi Lancang Kuning.

Di tengah proses transisi kepengurusan, calon Ketua KONI Riau, H Edi Basri SH MSi, menyatakan kesiapannya untuk berjuang membawa perubahan. Ia menilai, pembenahan organisasi harus menjadi prioritas agar prestasi atlet Riau tidak terus mengalami kemunduran.

Saat ini, proses transisi KONI Riau berada di tangan caretaker atau pengurus sementara yang dipimpin Eko Satriyo dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Seluruh tahapan pergantian kepengurusan kini menjadi perhatian insan olahraga Riau. Mereka menantikan langkah caretaker dalam menjalankan mekanisme organisasi hingga terbentuknya kepengurusan definitif.

Edi Basri yang juga Ketua Komisi III DPRD Riau menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan perubahan status kepengurusan dari pengurus definitif menjadi caretaker. Baginya, yang terpenting adalah seluruh proses berjalan sesuai aturan organisasi.

“Kalau hasil komunikasi kita kemarin, mereka hanya memenuhi syarat-syarat formal saja. Artinya, mungkin melakukan rapat kerja dalam waktu dua minggu, kemudian dua minggu ke depan melaksanakan musprov,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, mekanisme pergantian kepengurusan kali ini memiliki situasi berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Karena itu, setiap tahapan perlu dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

“Dulu pengurus murni, sekarang sudah caretaker. Bagi kita tidak ada masalah. Apa pun kondisinya, kita ingin organisasi ini berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang ada,” tegasnya.

Terkait batas waktu kerja caretaker, Edi mengaku belum melihat secara langsung ketentuan yang tercantum dalam surat keputusan (SK). Namun, dalam pembicaraan yang berkembang, masa tugas caretaker diperkirakan sekitar dua bulan.

Prestasi Menurun, Pembenahan Jadi Prioritas

Di balik proses pergantian kepengurusan tersebut, Edi menyoroti persoalan yang dinilainya jauh lebih mendasar, yakni tren prestasi olahraga Riau yang menurutnya mengalami penurunan.

Ia menegaskan, keinginannya maju sebagai calon Ketua KONI Riau bukan semata-mata untuk menduduki jabatan, melainkan membawa organisasi kembali pada tujuan utamanya, yaitu meningkatkan prestasi atlet dan mengembangkan olahraga daerah.

“Tujuan kita maju adalah supaya organisasi ini berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Kita siap memimpin KONI ke depan dalam rangka memajukan olahraga di Riau,” ungkapnya.

Menurut Edi, kepengurusan KONI berikutnya harus mampu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola organisasi, pola pembinaan atlet, serta strategi menghadapi berbagai kejuaraan olahraga.

Pembinaan yang terarah, dukungan terhadap cabang olahraga, dan pengelolaan organisasi yang profesional dinilai menjadi bagian penting dalam membangun prestasi yang berkelanjutan.

Ia berharap pergantian kepemimpinan tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi benar-benar menjadi titik awal perubahan bagi olahraga Riau.

“Prestasi KONI sebelumnya bukan semakin naik, tetapi semakin turun. Maka, di tangan kita, KONI akan menjadi berjaya,” ujarnya optimistis.

Bukan Pertentangan, tetapi Perjuangan untuk Olahraga Riau

Edi menegaskan, proses pemilihan Ketua KONI Riau seharusnya tidak menjadi ajang pertentangan antarkelompok. Sebaliknya, seluruh insan olahraga perlu menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk menyatukan langkah demi kepentingan atlet dan kemajuan olahraga daerah.

Menurutnya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin KONI Riau harus mampu membangun komunikasi dengan seluruh cabang olahraga serta memastikan pembinaan atlet berjalan lebih efektif.

Ia juga berharap kepengurusan baru dapat memperkuat kepercayaan insan olahraga terhadap KONI melalui tata kelola yang transparan, program kerja terukur, dan orientasi yang jelas pada prestasi.

Dengan berakhirnya masa kepengurusan lama dan dimulainya proses transisi, harapan terhadap perubahan kini berada di tangan para pihak yang terlibat dalam pembentukan kepengurusan baru.

Bagi Edi, tantangan terbesar bukan sekadar menyelesaikan proses pemilihan ketua, melainkan membuktikan bahwa kepengurusan berikutnya mampu menghadirkan kemajuan nyata.

Sebab, kejayaan olahraga Riau tidak cukup dibangun melalui pergantian pemimpin. Dibutuhkan pembenahan organisasi, komitmen pembinaan, serta kerja bersama agar atlet Riau mampu kembali bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (Rls/GoRiau)

#Edi Basri #Calon Ketua Koni Riau #Siap Kembalikan Kejayaan Prestasi Olahraga Riau