Ketegangan di Sungai Jalau: Abaikan Arahan Kapolres, PT Kuari Kampar Utara Diduga Kerahkan Preman Bongkar Portal Warga

Ketegangan di Sungai Jalau: Abaikan Arahan Kapolres, PT Kuari Kampar Utara Diduga Kerahkan Preman Bongkar Portal Warga
Kondisi Aksi Warga Menuntut Penutupan PT KKU di Desa Sungai Jalau, Kampar Utara

ANDALASTERKINI.COM – Situasi di Desa Sungai Jalau, Kecamatan Kampar Utara, sempat memanas pada Jumat 10/4. Bukannya mengindahkan arahan Kapolres Kampar untuk melakukan mediasi ulang terkait sengketa dengan warga, pihak PT Kuari Kampar Utara justru diduga mendatangkan sekelompok orang yang ditengarai sebagai preman bayaran untuk membuka paksa portal yang disegel masyarakat.

Aksi sepihak perusahaan ini memicu reaksi keras dari warga setempat yang telah lama menuntut kejelasan terkait penghitungan kerugian serta realisasi janji-janji perusahaan yang hingga kini belum terpenuhi.

Kronologi Kejadian

Penyegelan portal oleh warga pada Jumat 3/4 yang lalu merupakan bentuk tindak lanjut atas rekomendasi yang dikeluarkan Komisi 3 DPRD Provinsi Riau yang diabaikan oleh perusahaan. Pada Kamis 9/4 Kapolres Kampar telah melakukan mediasi kedua belah pihak dan memberikan instruksi agar kedua belah pihak menahan diri dan menyelesaikan masalah melalui jalur mediasi ulang. Arahan tersebut mencakup penghitungan ulang kerugian yang dialami masyarakat serta penagihan komitmen yang pernah dijanjikan pihak manajemen PT Kuari Kampar Utara.

Namun, alih-alih hadir dengan solusi damai, pihak perusahaan diduga mendatangkan orang tak dikenal yang yang bertujuan intimidatif di lokasi portal justru menyulut emosi massa.

Perlawanan Warga dan Tindakan Kepolisian

Melihat adanya niat upaya pembongkaran paksa oleh kelompok tersebut, ratusan warga Desa Sungai Jalau segera berkumpul dan melakukan pengadangan. Beruntung, aparat dari Polres Kampar yang berada di lokasi bertindak sigap.

Kami hanya menuntut hak masyarakat dan janji perusahaan. Tapi mereka malah mengirim orang-orang luar untuk menakut-nakuti kami. Kami tidak akan mundur sebelum ada keadilan," ujar, Darmiadi.

Berkat kekompakan masyarakat dan ketegasan aparat kepolisian di lapangan, kelompok yang diduga preman bayaran tersebut akhirnya berhasil diusir keluar dari wilayah desa tanpa sempat merusak fasilitas portal lebih jauh.

Kondisi Terkini

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Sungai Jalau berangsur kondusif, namun warga tetap melakukan penjagaan ketat di area portal. Masyarakat berharap pihak terkait memanggil pimpinan PT Kuari Kampar Utara untuk mempertanggungjawabkan tindakan provokatif ini dan segera melalukan pencabutan izin perusahaan.

Pihak manajemen PT Kuari Kampar Utara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengerahan massa tersebut. Sementara itu, Polres Kampar terus memantau guna mengantisipasi adanya konflik susulan.(rls)

#Kampar Utara #Warga vs Perusahaan #Tuntutan Warga Sungai Jalau