HIPMI KAMPAR DORONG BUMD BANGUN INDUSTRI PANGAN

HIPMI KAMPAR DORONG BUMD BANGUN INDUSTRI PANGAN
Muhammad Suryatama, Ketua Umum BPC HIPMI Kampar

ANDALASTERKINI.COM — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kampar mendorong Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengambil langkah strategis membangun industri ayam terintegrasi di Kabupaten Kampar.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua BPC HIPMI Kabupaten Kampar, Muhammad Suryatama, menyikapi kondisi pasokan ayam yang semakin terbatas dan kenaikan harga yang dirasakan masyarakat serta pelaku usaha sepanjang 2026.

HIPMI menilai persoalan ini tidak cukup diselesaikan hanya melalui operasi pasar. Pemerintah daerah perlu melihat persoalan ayam sebagai bagian dari pengendalian inflasi, ketahanan pangan dan penguatan ekonomi daerah.

“Kalau setiap terjadi gangguan pasokan harga langsung naik dan ayam sulit didapat, ini menunjukkan kita perlu membenahi sistem. Kampar harus mulai membangun kemandirian pangan dan tidak terus bergantung kepada pasokan dari luar daerah,” ujar Muhammad Suryatama.

BUMD Harus Naik Kelas

HIPMI Kampar mendorong BUMD agar tidak hanya menjalankan aktivitas perdagangan atau mengelola aset daerah, tetapi mulai masuk ke sektor ekonomi strategis yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.

Konsep yang ditawarkan adalah membangun ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari peternak, pakan, pembibitan, budidaya, rumah potong ayam (RPA), cold storage hingga distribusi.

BUMD dapat berperan sebagai aggregator dan offtaker, sementara produksi dapat melibatkan peternak dan pengusaha lokal.

“BUMD tidak harus menjadi peternak terbesar. Yang penting BUMD mampu membangun ekosistem, memberikan kepastian pasar kepada peternak dan memastikan distribusi sampai ke masyarakat berjalan baik,” jelas Muhammad Suryatama.

Harus Berbasis Data

HIPMI Kampar juga meminta Pemkab melakukan kajian terlebih dahulu sebelum menentukan besaran investasi.

Pemerintah perlu memiliki data mengenai kebutuhan ayam harian Kampar, produksi lokal, jumlah pasokan dari luar daerah, kapasitas RPA, kebutuhan UMKM kuliner serta kebutuhan program pemerintah.

Dengan data tersebut, BUMD dapat menyusun model bisnis yang realistis dan tidak membebani keuangan daerah.

HIPMI juga mendorong keterlibatan pengusaha muda, koperasi, peternak dan UMKM dalam rantai industri tersebut sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.

Solusi Jangka Panjang Pengendalian Inflasi

HIPMI Kampar menilai pembangunan industri ayam lokal bukan hanya persoalan bisnis, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas harga pangan.

“Kami ingin Pemda hadir bukan hanya ketika harga sudah naik. Pemerintah harus hadir membangun sistem produksinya. Kalau produksi kuat, distribusi lancar dan pasar sehat, masyarakat akan mendapatkan harga yang lebih stabil,” kata Muhammad Suryatama.

HIPMI Kampar menyatakan siap menjadi mitra Pemkab dan BUMD untuk mempertemukan pelaku usaha, peternak, investor, perbankan dan UMKM dalam menyusun business model industri ayam Kampar.

"Industri Tumbuh, Peternak Berdaya, Harga Terjaga, Ekonomi Kampar Bergerak," pungkas Muhammad Suryatama, Ketua BPC HIPMI Kabupaten Kampar. 

(***) 

#Hipmi #BPC Hipmi Kampar